Ketika Anda mendaftar kursus Astungkara Way, Anda akan mendukung tim petani muda Bali untuk menjadi penjaga tradisi abadi yang mendefinisikan budaya pulau yang unik dan indah ini.

I used to be embarrassed when people asked me what I do. 

But now I proudly say, "I'm a farmer."

Show More

Team Testimonials

NOVI

"Saat saya bekerja dengan anak kecil di lapangan, saya jadi teringat waktu jaman dulu. Meskipun mereka tertawa dan berteriak kegirangan, mereka melakukan kerja penting untuk masa depan."

MARTANA

“Saya merasa sangat rendah hati saat saya melewati hutan dan memikirkan orang-orang dari generasi dulu yang menanam pohon-pohon ini. Mungkin saya bisa menjadi tokoh seperti mereka juga.”

WIDYA

“Hanya ketika saya di ladang, saya merasa benar-benar berkoneksi dengan alam dan warisan orang Bali.”

AGUS

“Saat saya bekerja sebagai petani, saya luruskan dengan panggilan jiwa saya.”

ARYA

“Saat saya bekerja di ladang, saya tidak merasa stres, tertekan. Saya hanya merasa bahagia.”

ONOK

“Saya terbiasa bepergian jauh untuk mencari cerita dan foto luar biasa. Tapi sekarang saya menyadari bahwa saya dikelilingi oleh cerita-cerita luar biasa dari petani di ladang sekitar saya yang sebenarnya sudah ada selama ini.”

DENIK

“Kami mengambil benih dari bunga mati dan merubahnya menjadi satu ladang penuh dengan bunga warna warni di sawah. Keren!”

TIM

“Semua ide dan niat terbaik saya datang saat saya sedang mengambil gulma di sawah atau saat menyebarkan mulsa di kebun komunitas.”

MARTANA

“Saya mendengar orang tua saya bilang bagaimana sedihnya mereka melihat anak muda tidak mau lagi bekerja di sawah. Namun saat anak muda bersatu dan bekerja bersama-sama di ladang, mereka tidak sedih lagi.”